Kisah · Lightformeira · Me · Meira · Sajak Meira

Karena: dustamu

Derai hujan menyipitkan mataku yang baru saja hangat. Terimakasih, diantara senja kali ini akan kusampaikan rasaku bersama tarian hujan. Tapak kakiku menjahui langkahmu. Sudahlah! Tak usah cegah langkahku yang benar ini. Tak cukupkah kau memaksaku untuk berhenti menyayangimu? Lalu sekarang, kau mencoba menipuku (lagi) dengan senyuman dustamu (lagi)? Memang, kita pernah berkisah. Kita pernah merangkai…… Lanjutkan membaca Karena: dustamu

Hujan · Kamu · Keegoisan · Kisah · Me · Meira · Sajak Meira

Pray For

Hari ini celoteh para pemimpin telah saya dengar. Bising, sungguh. Mereka hanya tidak faham hal yang mungkin tersepelekan. Aku, kalian, kita. Harusnnya saling memahamkan bahwa tak semua yang terlihat “tidak susah” berarti hal yang pantas diabaikan. Justru itulah yang perlu dilihat, difahami.. Oke baikalah, saya faham. Saya akan berusaha untuk terus faham. Bahwa tak semuanya…… Lanjutkan membaca Pray For

Andai · Kamu · Kisah · Lightformeira · Sajak Meira

Masih tentang “Cinta dalam Diam”

Untuk seseorang yang sering hari bahkan hampir selalu menjadi inspirasiku “Selamat pagi”. Senang melihatmu masih bisa terbangun dan menatap cahaya berkilauan di luar sana pagi ini. Kau tahu, suatu kebahagian terbesar pagi ini adalah melihatmu masih hadir dalam negriku. Jika bisa, bolehkah aku melihatmu dengan mata hatiku saja, hari ini dan seterusnya? Kamu adalah sesosok yang…… Lanjutkan membaca Masih tentang “Cinta dalam Diam”

Cerpen · Kisah · Lightformeira · Me · Puisi · Sajak Meira

Cerita tentang ‘naluri’

Hanya berbincang pada bunga mawar di tangan.. Mudah sekali hidup ini berubah. Karena terlalu sulit melihat dia dan mereka begitu semangat beradu kreasi. Padahal semuanya bagus. Untuk apa musti berpeeang damai? Aku yang hanya membawa setangkai mawar duduk termenung diujung ruang. Diam, sesekali melihat. Dulu aku ‘pernah’ mengarsir bentuk wajah dan uraia rambut dengan santai,…… Lanjutkan membaca Cerita tentang ‘naluri’

Kisah · Lightformeira · Me · Puisi · Sajak Meira

Pagii

Pagi nya mentari. Namun bukan pagiku Sudah pasti, sabtu bukanlah hariku. Berjam jam telah berlalu tanpa melakukan apapun. Hanya berdiam pada bangku tua, bernyanyi dalam nada sumbang, Kemudian jemari pun turut berirama pada bangku.. Hmm Apalagi yang perlu dilakukan. Ada banyak pekerjaan? iya, banyak. hanya saja memang sedang tak ingin melakukan apapun.. Cukup sudah! Tak…… Lanjutkan membaca Pagii

Andai · Puisi · Sajak Meira · Tak Berkategori

Sumpah Akhir Tahun

Menatap ratusan kembang api yang tengah nyala Seakan tak sadar ada hati pilu disini Menatap lampion lampion berjajar penuh tawa Tawa bahagia tentunya Sedang aku? Berdiam dalam gubuk kecil yang telah lusuh Menikmati tawa mereka namun tak mengabaikan pedih hati Pedih karena sendiri Pedih karena hanya berteman sunyi Sendiri.. Happy New Year Kata mereka. Bukan…… Lanjutkan membaca Sumpah Akhir Tahun

Kisah · Puisi · Sajak Alam · Sajak Meira

Sajak Pembuka Petang

Kusapa sajak tak bernada Nada yang masih milikku Di tengah rintihan hujan Penaku memulai karyanya Noktah-noktah kudapati Bersama derai hujan yang tak mau berhenti Hembusan angin yang temani mentari Mentari yang mulai menepi Bersama sajak-sajak yang mengusang Kata jalang awal perbincangan Antara Aku dan sajakku Yang lama tak berucap syahdu Kan kau dapati Sajak-sajak pembuka…… Lanjutkan membaca Sajak Pembuka Petang