Edukasi · Tak Berkategori

Satu keluarga tiga keyakinan. Apa bisa?

Indonesia merupakan negara dengan berbagai macam keberagamannya. Agama di Indonesia memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut sudah tertulis dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Tertulis juga dalam Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Menurut hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010, 87,18% penduduk Indonesia adalah Islam, 6,96% Kristen, 2,9% Katolik, 1,69% Hindu, 0,05% Konghucu, 0,13% agama lainnya, dan 0,38% tidak atau tidak ditanyakan. Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakan. Seringkali terjadi konflik-konflik yang memicu perdebatan akan kebenaran dan membuat rasa toleransi menurun antar umat beragama.


Istilah toleransi memang sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Bahkan istilah itu sudah diajarkan di bangku sekolah. Toleransi adalah kata serapan yang diambil dari Bahasa inggris yaitu kata tolerance yang memiliki arti membiarkan. Sedangkan menurut Heiler toleransi umat beragama adalah sikap mengakui adanya pluralitas agama dan menghargai semua agama tersebut. Maksudnya adalah kita dalam beragama diperkenankan menjalankan ibadahnya masing-masing tanpa adanya diskriminasi. Contohnya, jika umat beragama islam sedang melaksanakan sholat, maka umat beragama lain selain islam wajib menunjukkan sikap toleransi. SIkap toleransi ini bisa berupa tidak mengganggu masyarakat yang sedang sholat maupun berbuat keributan.


Banyak sekali kisah yang bisa dijadikan contoh mengenai toleransi. Salah satunya, kisah tentang Pak Bali seorang tukang parkir di Gereja Katedral Malang. Beliau bercerita banyak ketika minggu lalu kita berbincang lama. Pak Bali ini adalah seorang yang sangat terbuka jika berbicara mengenai agama. Dan pembahasan paling unik adalah kisah tentang perbedaan agama di keluarganya. Beliau adalah pemeluk agama katolik yang dulu berpindah dari agama islam. Beliau memiliki istri penganut agama Kristen. Dan mereka memiliki dua anak yang keduanya beragama Islam. Sempat kaget mendengar kisah keluarga Pak Bali tapi itulah yang membuat saya tertarik untuk mengulas lebih jauh. Setelah beberapa pertanyaan spontan tertanyakan, saya mendapat banyak pelajaran. Bahwa, meskipun keluarga Pak Bali berbeda-beda keyakinan tetapi itu tidak pernah mengganggu kekeluargaan diantara mereka. Beliau mengatakan “Jadi, ketika hari raya islam ya saya ikut merayakan. Ketika hari raya saya, ya mereka menghargai.” Bagi Pak Bali dan keluarganya, perbedaan agama bukanlah permasalahan yang perlu diperdebatkan. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki keyakinannya masing-masing.


Oleh sebab itu, toleransi merupakan sikap yang sangat penting yang perlu diterapkan di berbagai situasi. Sebab, orang yang tidak mau toleransi ia akan cenderung tidak memperdulikan dan bahkan berperilaku rendah terhadap kelompok lain. Hal demikian itu yang kemudian menjadikan pihak lain merasa dirugikan, direndahkan, atau dikalahkan. Padahal sekalipun mereka memeluk agama berbeda, tetapi mereka masih sanggup menjaga hubungan baik, berperilaku adil, jujur, menghormati pihak lain, maka tidak akan terjadi atau menimbulkan persoalan dalam kehidupan bersama. Semua orang akan merasa senang ketika diperlakukan dengan cara baik, darimanapun datangnya kebaikan itu. Dalam aspek apapun itu, sikap toleransi sangat dibutuhkan. Dengan adanya sikap toleransi kehidupan bernegara akan menjadi rukun, tentram, dan damai.

Sumber :
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Agama_di_Indonesia
https://www.uin-malang.ac.id/r/161201/toleransi-dalam-beragama.html
http://sejuk.org/2019/04/14/pentingnya-menumbuhkan-sikap-toleransi-antar-umat-beragama-di-indonesia%EF%BB%BF/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s