Kisah · Lightformeira · Me · Meira · Sajak Meira

Karena: dustamu

City Portrait

Derai hujan menyipitkan mataku yang baru saja hangat. Terimakasih, diantara senja kali ini akan kusampaikan rasaku bersama tarian hujan. Tapak kakiku menjahui langkahmu. Sudahlah! Tak usah cegah langkahku yang benar ini. Tak cukupkah kau memaksaku untuk berhenti menyayangimu? Lalu sekarang, kau mencoba menipuku (lagi) dengan senyuman dustamu (lagi)? Memang, kita pernah berkisah. Kita pernah merangkai nada saat hujan. Tapi, aku tidak pernah lupa dengan kemunafikan yang ku lihat dua hari yang lalu..

Ah. Aku muak dengan celotehmu yang jalang. Bahkan derai hujanpun menertawai dustamu, asal kau tau. Pergilah! Aku tidak akan mencegah. Atau jika tidak mau, biar aku saja yang pergi . Dan, kumohon. Jangan kau ikuti langkahku. Dustamu tidak akan pernah bisa menggatikan langkahku yang dulu pernah untukmu..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s