Kisah · Lightformeira · Me · Meira · Sajak Meira

Karena: dustamu

Derai hujan menyipitkan mataku yang baru saja hangat. Terimakasih, diantara senja kali ini akan kusampaikan rasaku bersama tarian hujan. Tapak kakiku menjahui langkahmu. Sudahlah! Tak usah cegah langkahku yang benar ini. Tak cukupkah kau memaksaku untuk berhenti menyayangimu? Lalu sekarang, kau mencoba menipuku (lagi) dengan senyuman dustamu (lagi)? Memang, kita pernah berkisah. Kita pernah merangkai…… Lanjutkan membaca Karena: dustamu