Andai · Kamu · Kisah · Lightformeira · Sajak Meira

Masih tentang “Cinta dalam Diam”

Foto Maulana Barizi.

Untuk seseorang yang sering hari bahkan hampir selalu menjadi inspirasiku

“Selamat pagi”. Senang melihatmu masih bisa terbangun dan menatap cahaya berkilauan di luar sana pagi ini. Kau tahu, suatu kebahagian terbesar pagi ini adalah melihatmu masih hadir dalam negriku. Jika bisa, bolehkah aku melihatmu dengan mata hatiku saja, hari ini dan seterusnya? Kamu adalah sesosok yang lucu dihidupku. Benar saja, bagaimana mungkin aku berani berharap untuk memiliki hatimu. Haha siapalah diri ini. Ku pastikan kamu pun ikut tertawa lebar mendengarnya. Namun, jika saja kau tau. Dalam tawa bodohku karena berani mencintintaimu, aku menyimpan ketulusan yang sering membuatku menangis. Tanpa kau sadar, aku.. Menunggumu. Dalam pagiku, dalam sendiriku, dalam do’aku, dalam diamku yang menyakitkan. Tapi tak apa. Aku tetap bahagia telah berkesempatan mengenalmu. Hanya mengenal, ya.

24 Desember 2017. Hahaa bagaimana bisa tanggal itu  nampak begitu menyakitkan, ya. Hingga bibir pernah bergetar karena terlalu menyiksa batin. Pagi ini, Jum’at, 1 Desember 2017. Kabar dimana kamu akan benar-benar meninggalkan negriku. Fyuhh Kenapa menyiksa batin? bukankah harusnya aku ikut senang mendengar berita yang ditunggu-tunggunya sejak dulu.  Negri itu.. Mungkin di sanalah kau akan mulai berkarya dan menumpahkan setidaknya sebagian idemu yang begitu istimewa, bukan? Setidaknya aku sedikit terhibur mengingat rasa senangmu itu akan berujung pada kesuksesanmu. Jika boleh, ingin sekali aku mengajakmu untuk lebih lama tinggal di negriku. Jangan pergi dulu.. Aku masih… Ahh Lagi-lagi berkata bodoh.

Ya Tuhan.. Kumohon. Fahamkan diri ini untuk menerima. Bahwa rasa yang tak pantas ini harus rela tertinggal angin. Angin pesawat yang akan terbang tinggi mengantarkannya untuk tidak pulang. Paksakan diri ini untuk menerima Tuhan. Hanya Engkau yang sanggup memaksa. Aku.. Tidak akan bisa. 

Tentangmu. Ahh, tak seluruhnya aku tak mengerti, mungkin ada beberapa yang kupahami. Karena sekali lagi, aku selalu melihatmu dan memperhatikanku dengan mata hati ku, meski kau tak pernah tahu. Aku tak pernah punya banyak kata jika harus bercerita tentangmu. Karena sosokmu sendiri adalah kumpulan kata yang tak pernah mampu kususun sesuai maumu.

Aku berharap, suatu hari nanti kau menyempatkan diri untuk mendengar kisah lucuku ini. Aku tak peduli jika kau akan mendengarnya sambil lalu ataupun mengacuhkanku karena bosan pada permainan kataku yang itu-itu saja. Karena akulah yang telah mengatur penaku sendiri, agar hanya kau saja yang menjadi inspirasiku.

Cukup beberapa menit. Pahamilah jejakku. Karena aku penah menulis tentangmu disetiap rinai kerinduan. Yang berharap kau akan menjawabnya. Suatu hari nanti..

*Barizi-senpai

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s