Kisah

Tragedi Dua Minggu Silam

imagesvv

Semburat senyum telah meluap

Kala waktu menyandang nuasa terang

Kala waktu mendekap erat tubuhku dalam hangat petang

Aku belum berujar sama sekali

Hanya tak sadar menangis menjadi kata pertama

Namun Ibu, Ayah..

Mereka tersenyum đŸ™‚

Kudapati kisah lama itu

Bersama canda gurau ibu ayahku seminggu yang lalu

Seakan bersandar pada alunan nada

Duapuluh tahun silam

Hujan di luar

Suasana dingin tanpa ada kehangatan seminggu yang lalu

Hampa diluar

Tanpa ada hati yang bersandar pada bahu ini

Seakan masih ada jejak jejak orang terkasihku

Seakan masih tersenyum tak rela

Bagaimana bisa mereka meninggalkanku?

Pada tragedi dua hari silam

Hujan diluar. Masih.

Dan ku lihat air mengalir seperti darah bercucuran

Darah Ibu Ayah pada ramai jalan

Ia berkata

“Ibu sangat menyayangimu,nak”

Aku tak percaya

Entah kenapa

Bagaimana bisa ia meninggalkanku tanpa aku?

Ibu,Ayah

Bawalah aku bersama senyummu

Ibu,Ayah

Aku menyayangimu

Selalu..

Puisi untuk Toifatul Maghfiroh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s