Cerpen · Tak Berkategori

Vacum Xyver

indexf

Menyusuri lorong yang sunyi tak bernada.Namun,ia tak menemukan apapun. Peri mungil. Ya. Ia sangat menginginkan itu. “Kau dimana,peri?”. Ujar gadis kecil tak berdosa. Peri itu barlarian menembus batas lorong yang tak berpilin. Ternyata bukan lari. Melainkan diam. Kenapa peri diam? Apakah dia bisu? Ataukah benang sutra telah menjahit bibirnya? Gadis kecil menatap muram. Dan ternyata peri mungil lebih dulu menatapnya. Duduk di kursi kecil tak berwarna. Mungkin itu yang ia lihat. Mata mereka saling beradu tanya. Entahlah, apa yang sedang mereka perebutkan. Seperti ada ribuan tanda tanya yang mengusik gadis kecil. Detik demi detik berlalu.Cahaya putih menyilaukan pesona mata gadis kecil. Hey, peri. Kau tak lihat gadis kecil menunggumu?. Sepertinya memang tak kan ada yang mengalah. Tak ada yang mau mengalah.Apa yang kau tunggu? Percuma. Ia tak akan menemuimu. Tidurlah. Cahaya putih makin ganas. Ding dong. Ding dong. Ding dong. Dan tiba-tiba saja mereka.. Menghilang.Xyfer!! Panggil malaikat kecil padanya.. *kosong

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s